Tujuh Provinsi Defisit Beras, BULOG: Sudah Kami Antisipasi

kualitas beras bulog

Sebanyak tujuh provinsi mengalami defisit beras. Perum Bulog menyatakan, telah mengantisipasi kondisi defisit pangan tersebut dengan penyediaan stok cadangan beras di setiap gudang daerah milik Bulog.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Tri Wahyudi Saleh, mengatakan, daerah yang tengah mengalami defisit beras bukan merupakan produsen beras. Adapun tujuh daerah itu yakni Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, sebagian Papua Barat, serta sebagian Papua.

Sementara, daeran produsen beras masih dalam proses panen raya padi. “Kami sudah antisipasi ini sejak jauh hari. Penyebaran stok sudah berjalan. Perpindahan beras antar pulau ke wilayah defisit sudah dilakukan,” kata Tri kepada Republika.co.id, Rabu (29/4).

Tri mengatakan, Bulog memang hanya memiliki divisi regional di 26 provinsi. Namun, pihaknya memiliki gudang penyimpanan di setiap kabupaten/kota.

Setidaknya terdapat 1.500 gudang di 500 kompleks seluruh Indonesia. Oleh sebab itu, setiap daerah yang membutuhkan beras dipastikan akan terjangkau oleh Bulog. Adapun total stok beras Bulog di seluruh Indonesia sekitar 1,4 juta ton.

Bulog, kata Tri, telah rutin melakukan pergerakan beras nasional setiap tiga bulan sekali. Manajemen stok yang diterapkan yakni 1/3 pasokan terdapat di gudang, 1/3 stok di laut untuk pengiriman, dan 1/3 pasokan lainnya dalam persiapan pengangkutan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*